
KIPER Persikota Suhendra Haryano mengamankan bola dari kaki striker PSLS Mahdi Sinegal dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama di Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe, Jumat (20/1). PSLS Lhokseumawe unggul 1-0 atas Persikota. (Harian Aceh/Irman Sjah)
Acehsport – Gol tunggal dilesakkan Mahdi Senegal di menit ke-70 berhasil mengatarkan PSLS memenangi laga perdana di kandang saat menjamu Persikota lanjutan Divisi Utama di Stadion Tunas Bangsa, Jumat (20/1/2012) petang.
Dengan kemenangan itu, Laskar Pase berhasil mengudeta posisi tim asal Pulau Jawa tersebut di peringkat kedua klasmen Grup I wilayah Barat.
PSLS unggul selisih kemasukan dengan pimpinan klasemen yang dihuni Pro Duta FC. Keduanya, dengan sama-sama mengantongi poin enam dan Persikota turun satu tingkat dengan poin empat.
Sejak kick-off, pemain tim oranye, seragam kebanggaan PSLS, langsung memperlihatkan permainan defensif dengan permainan Rapat.
Lewat pergerakan serangan balik dan menguasai lini tengah dengan memfokuskan Carlos Raul Sciucatti alias Charliey sebagai motor serangan, PSLS mampu melahirkan sejumlah peluang emas.
Sayang peluang itu terbuang percuma, Misalnya, tendangan spekulasi penyerang Irfan Yasin, Machia Malok dan Mukhlis, yang hanya menghasilkan tendangan gawang.
Sebaliknya, tim lawan yang memainkan penyerang gaek eks tim nasional, Gendut Doni Christian berduet dengan Ishak Yustinus Jober, ditopang Galih Rangga Birawa, juga mengalami kesulitan mengembangkan permainan.
Tim berjuluk Bayi Ajaib itu ikut termakan ritme kolektivitas anak-anak Laskar Pase. Hingga peluit babak pertama ditiup, kedua tim bermain tanpa gol. Di babak kedua, sang pelatih Nasrul Koto, yang berdiri dari pinggir lapangan meminta anak asuhannya bermain agresif. Tak berselang lama, di menit ke-49, Raul nyaris membuka keunggulan bagi PSLS.
Namun, tendangan Raul masih bisa diantisipasi kiper Persikota Suhendra Haryono. Dua menit kemudian, giliran sundulan defender PSLS asal Liberia Konah Batoh, melayang di atas mistar.
Pada menit ke-54 Irfan, yang diganjal bek Persikota harus ditarik keluar dan digantikan Mahdi Senegal. Masuknya pemain bernomor punggung 17 itu mampu itu meningkatkan tempo permainan PSLS.
PSLS sempat mendapat peluang melalui kaki Hendra Saputera. Namun, tendangan kapten Laskar Pase dari jarak 20 meter belum mampu menggetarkan jala lawan.
Mahdi Senegal akhirnya menjawab kebuntuan di menit ke-70. Bola lambung disodorkan Afrizal Abbas berbuah kemelut di depan gawang Suhendra.
Mahdi Senegal yang menyambar bola langsung mengarahkan si kulit bundar ke gawang lawan. Skor berubah menjadi 1-0 untuk tuan rumah.
Gol membuat semangat tim oranye meningkat. Para pemain PSLS menggempur habis-habisan barisan pertahanan Bayi Ajaib. Hingga coach Agus Suryanto, menarik keluar Gendut Doni dan menggantikannya dengan Abdul Fikri.
Masuknya nafas baru tersebut mampu meningkatkan daya dobrak Persikota. Kerja sama Abdul Fikri dan Galih Rangga di lini depan sempat merepotkan barisan pertahanan PSLS yang digalang Konah, Indra Gunawan dan Masdar Aspiran.
Persikota nyaris menyamakan kedudukan setelah Suwita Pata memanfaatkan bola tendangan penjuru. Tendangan gelandang Persikota tersebut berhasil diblok Sukirmanto di menit ke-78.
Bola mental kembali ke kakinya Suwita. Sejurus kemudian, ia mencocorkan bola ke pojok kiri gawang. Sayang, hakim garis Yoandra, mengangkat bendera.
Wasit pun menganulir gol tersebut. Walau mendapat protes keras pemain, sang pengadil lapangan Apriadi, tetap tidak mengesahkan gol tersebut.
Di tengah suhu pertandingan yang terus memanas, Carlos Raul mampu memaksimalkan peluang. Sayang, tendangannya melenceng di sudut kanan gawang Persikota. Skor 1-0 untuk PSLS bertahan hingga wasit mengakhiri pertandingan.
Usai pertandingan, asisten pelatih Persikota Suwanda mengaku kecewa atas kepemimpinan wasit. Ia menilai wasit tidak fair karena menganulir gol Suwita di menit ke-78.
Menurut dia, Suwita tidak dalam posisi offside, sebab berada persis sama dengan bek PSLS. Karena itu, ia mendesak PSSI mengevaluasi kinerja buruk wasit tersebut.
“Kami dipaksa kalah gara-gara pengadil yang tak paham aturan atau memang sengaja terkesan memihak tuan rumah, tandas Suwanda.
Sebaliknya, pelatih PSLS Nasrul Koto mengaku puas permainan timnya. Kendati bermain sedikit monoton di babak pertama, tetapi bermain luar biasa di babak kedua.
“Secara tim sudah cukup bagus dan kami bermain dengan semangat kolektivitas tinggi. Ke depan, tinggal digenjot saja, terutama memanfaatkan peluang emas,” ujar Nasrul.(win)
Tags: Divisi Utama Liga Indonesia, PSLS, Sepakbola





hayeue that pemain PSLS, awak sinegal.