Acehsport – Laskar Pase akhir berhasil bercokol di peringkat teratas Divisi Utama Grup I Wilayah Barat Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) setelah mengandaskan Persikabo Bogor 1-0.

GELANDANG PSLS Raul Carlos menggiring bola berusaha melewati pemain Persikabo M Masferi dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Grup I Liga Primer Indonesia Sportindo (LPIS) di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Jumat (27/1). PSLS menang 1-0 atas Persikabo lewat gol Raul Carlos.(HARIAN ACEH | IRMAN SJAH)
Bertanding di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, kemarin petang, gol semata wayang PSLS diciptakan di menit ke-75 melalui kaki pemain asal Argentina Carlos Raul Sciucatti
Dengan kemenangan ini, Laskar Pase unggul tiga poin dari Pro Duta yang mengantongi nilai enam klasmen sementara. Sedangkan PSLS di puncak klasmen dengan sembilan poin.
Di babak pertama, pemain PSLS banyak menyia-siakan peluang emas dan sering salah mengantisipasi bola, sehingga gagal mengubah kedudukan.
Carlos Raul bermain agresif ditopang striker Machia Malok dan Irfan Yasin kerap frustrasi membongkar solidnya pertahanan Persikabo yang digalang Eduard Valuta berduet dengan Rojali dan Rojali.
Sebaliknya, Laskar Pajajaran yang mengandalkan penyerang gondrong berkulit hitam asal Sirre Lione, Brima Pepito Sanusi dan Novianto juga terlihat sering salah pengertian. Skor imbang tanpa gol bertahan hingga pengadil lapangan, Srimitro meniup tanda istirahat.
Lima menit berselang di babak kedua, Malok, pemain PSLS, nyaris menggetarkan jala lawan. Sayang gemilangnya kiper Persikabo Agus Rohman, membuat peluang itu berakhir sia-sia.
Di kubu Persikabo, Pepito yang mampu terlepas dari kawalan Afrizal Abbas Panggoi nyaris membungkam publik Pase Mania. Sundulannya melayang di atas mistar gawang.
Di pertengahan babak kedua, pelatih PSLS Nasrul Kota memasukkan
Mahdi Sulaiman alias Mahdi Senegal menggantikan Dedek Irwandi Makalele.
Perjudian sang arsitek berdarah dingin itu terbilang mempuni. Mahdi langsung memperlihatkan skill dan sprint-nya dalam mengiring dan membuka ruang.
Buktinya, dua peluang lahir dari kakinya di menit ke-57 masih melayang di atas mistar gawang. Begitu juga tendangan bebas Carlos Raul, tidak mampu mengubah kedudukan.
Pada menit ke-65, Nasrul Kota kembali memasukkan nafas baru, menggantikan Irfan Yasin terlihat kelelahan. Masuknya pemain bernomor punggung 28 tersebut cukup membantu daya dobrak PSLS.
Muchlis Sawang yang bermain di sektor kiri berhasil mengobrak-abrik pertahanan lawan sektor kiri. Tendangan kerasnya dari jarak 27 meter nyaris mengubah papan skor.
Carlos Raul akhirnya menjawab kebuntuan gol tuan rumah di menit ke-75. Lewat solo run-nya mengarah ke gawang lawan, pemain impor tersebut akhirnya memaksa kiper Persikabo memungut si kulit bundar di dalam gawangnya. Skor 1-0 untuk PSLS.
Ketinggalan satu gol membuat Persikabo berupaya menyamakan kedudukan. Lewat serangan duet Pepito dan Novianto nyaris membahayakan gawang tuan rumah.
PSLS nyaris memperbesar keunggulan di masa injury time. Machia Malok yang berhasil mengontrol umpan Muchlis gagal menggetarkan gawang lawan. Tendangannya membentur tiang gawang. Skor 1-0 untuk PSLS bertahan hingga laga tuntas.
Begitu laga usai, tiba-tiba muncul aksi tidak sportivitas disulutkan pemain asing, Eduard Valuta yang berlarian sambil memegang bola melempar keras ke arah penonton sebanyak dua kali.
Aksi itu nyaris memancing kerusuhan. Pendukung tuan rumah berang dan marah sambil menyerang balik Valuta bersama timnya dengan menghujani botol air mineral.
Lemparan botol tersebut berlangsung hingga 15 menit. Emosi massa akhirnya berhasil diredam setelah panitia penyelenggara dan aparat keamanan turun tangan.
Pelatih PSLS Nasrul Koto mengaku puas dengan hasil torehan tiga angka tersebut. Ia juga memuji penampilan Mahdi Senegal yang dimainkan di babak kedua.
“Mahdi bermain luar biasa. Perannya sangat strategis untuk menguasai pertandingan. Dan gol pun lahir dari kaki Carlos. Ini peristiwa paling menyenangkan buat Saya, ” ucap Nasrul Koto.
Sementara, pelatih Persikabo, Suimin Dihardja mengaku salut dengan permainan dan semangat juang anak-anak Lhokseumawe. Ia mengaku anak asuhnya terkesan tidak kompak.
Mengenai aksi pemain asingnya, Valuta, ia mengatakan akan terkena larangan disiplin klub. “Saya takkan tinggal diam melihat pemain berbuat kurang ajar, melempar ke arah penonton,” ketus Suimin yang juga putra asal Kota Lhokseumawe itu. (win)
Tags: Persikabo, PSLS Lhokseumawe, Sepakbola




