CHANGE COLOR
  • Default color
  • Brown color
  • Green color
  • Blue color
  • Red color
CHANGE LAYOUT
  • leftlayout
  • rightlayout
SET FONT SIZE
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Customise your homepage

Aceh Sport

Beritanya Olahraga Aceh

Home Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia Kalah, Pelatih Persiraja Kecewa Kepemimpinan Wasit

Kalah, Pelatih Persiraja Kecewa Kepemimpinan Wasit

Padang, acehsport.com - Pelatih Persiraja Banda Aceh, Anwar, mengaku kecewa terhadap kepemimpinan wasit Mardi, saat timnya Persiraja dikalahkan Semen Padang 3-0 pada laga kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2009, di Stadion M. Yamin Sijuju, Sumatera Barat, Kamis (31/12) kemarin. Tidak puas dengan kepemimpinan wasit Mardi, Persiraja ancam akan melaporkan kasus itu kepada Komisi Disiplin (Komdis) Badan Liga Indonesia di Jakarta.

Sikap dan keputusan wasit asal Puwakarta tersebut sudah mulai terlihat sejak menit-menit awal permainan. Korban menimpa Elli Maurel, pemain bawah Persiraja pada menit ke-6 yang diganjar kartu kuning tanpa memperingatkan terlebih dahulu. Sehingga, membuahkan gol perdana bagi tim tuan rumah Semen Padang melalui Budi Kurnia pada menit ke-9.

Petaka kembali menimpa tim Kuta Raja, setelah Eli Mayega menerima kartu kuning kedua akibat terprovokasi ulah wasit. Kejadian di menit 22 itu membuat Laskar Rencong terpaksa bermain dengan 10 orang.

Hingga memasuki separuh lebih waktu babak perdana berjalan, pertahanan Tarmizi Rasyid masih kokoh walaupun sodokan demi sodokan ‘Kerbau Sirah’ julukan bagi Tim Semen Padang kerap kali membahayakan gawang  Persiraja di bawah kawalan Dicki Anggriawan. Kedudukan masih tetap 1-0 buat tim tuan rumah.

Selanjutnya, lima belas menit babak perdana berakhir, tepatnya pada menit 30 sebuah sepakan keras Marcio Sausa yang menusuk jala Dicky untuk kedua kali membuahkan gol kedua buat tim Semen Padang. Kedudukan jadi 2-0. Kedudukan ini bertahan sampai babak pertama selesai. Pada babak kedua yakni menit 76 melalui Febri Setiadi Hamzah, tuan rumah kembali menyumbang satu gol lagi sehingga lengkap marka 3-0.

“Karena, sedikit-sedikit wasit menganggap pemain kira lakukan pelanggaran, sehingga mempengaruhi permainan anak-anak, tampak terkekang dan kehilangan pola permainan pemain kita,” kata Anwar, pelatih Persiraja kepada Harian Aceh, Kamis (31/12) seusai pertandingan.  

Menurut Anwar, kesalahan yang lebih fatal dilakukan wasit adalah ketika bek andalan Persiraja Elli Maurel keluar lapangan pada menit ke-22 karena dianggap oleh wasit telah melakukan pelanggaran fatal. Padahal, jelas Anwar, pelanggaran dilakukan Eli itu jelas tidak masuk dalam kategori fatal.

Keputusan wasit, sebut Anwar, seperti sebuah skenario untuk pelumpuhan pada sektor pertahanan Persiraja yang ditempati tiga pilarnya yakni, Elli Maurel, Tarmizi Rasyid, dan Kurniawan. Maka, dengan mudah Marcio Souza Da Silva dapat ‘Berlenggang Kangkung’ di daerah pertahanan Persiraja untuk memudahkan penetrasi.

“Wasit yang memimpin pertandingan kemarin jelas-jelas telah memberi citra tak bagus bagi dunia Sepakbola negeri ini. Kapan maju sepakbola Indonesia, kalau wasit bukan lagi jadi pengadil yang baik dan bijak,” ujar Anwar dengan nada sedikit kesal. (mar-ha)

 

Add comment


Security code
Refresh

Banner