Bireuen, acehsport.com - Laga lanjutan antara Persiraja Banda Aceh dan PSAP Sigli pasca kericuhan pada pertandingan sebelumnya di Stadion Kuta Asan Sigli, yang digelar di Stadion Cot Gapu, Bireuen, Rabu (20/1) tanpa penonton hanya bermain seri, 0-0. Kedua tim mengaku puas dengan hasil tersebut.
Di sisa waktu 42 menit, kedua tim sempat ngotot dalam melakukan serangan, namun tak satupun serangan yang dibangun tersebut menghasilkan gol. Bahkan trik-trik yang diperagakan Eriks Saputra dan Mukhlis Sawang tak mampu menerobos ketatnya pengawalan pemain bawah PSAP, Eko Prasetyo dan Mathias Udie.
Pada menit 63, pemain PSAP Sigli, tembakan Sayuti, hampir mengoyak gawang Persiraja yang dijaga Dicky Angriawan. Tapi sayang bola hanya menukik keluar lapangan.Serangan demi serangan yang dibangun pemain tengah PSAP di kotak berbahaya, membuat sejumlah pemain Persiraja gamang. Sejumlah sundulan pendek pemain PSAP dapat dihalau Mukhlis Sawang, yang turun ke lini bawah.
Sementara serangan balik yang dibangun pemain Persiraja melalui umpan-umpan panjang lewat kaki Zulkarnain dan Suryadi hingga ke rusuk tengah gagal karena buruknya penyelesaian akhir. Begitu juga serangan Samsul Bahri, Moussa B Troure dan Wahyudi. Namun semuanya gagal menjadi gol.
Hingga wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir, kedua tim hanya mampu bermain 0-0.
Usai laga tersebut, pelatih Persiraja Banda Aceh, Anwar mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya yang bermain maksimal. Diakuinya, anak asuhannya masih trauma dengan kericuhan saat bertanding di Stadion Kuta Asam Sigli sehingga terbebani.
Hal senada juga disampaikan Manajer PSAP Sigli, M. Yasin, yang dihubungi wartawan via seluler usai pertandingan, mengaku anak asuhnya sudah bermain sangat maksimal, tapi selama pertandingan, mereka tidak leluasa bermain karena merasa tertekan melihat wasit sepertinya takut dengan pemain Persiraja. (job-ha)
| < Prev | Next > |
|---|















